Temuan BPK: Pemprov DKI Boros Anggaran Rp1,19 M Buat Pengadaan Alat Rapid Test

Temuan BPK: Pemprov DKI Boros Anggaran Rp1,19 M Buat Pengadaan Alat Rapid Test

Pengadaan itu dinilai sebagai pemborosan karena DKI diadakan di dua perusahaan berbeda tetapi merek alat usap yang dipesan sama. Akibatnya terjadi selesih harga yang juga jauh berbeda.

Our goal is to create a safe and engaging place for users to connect over interests and passions. In order to improve our community experience, we are temporarily suspending article commenting